Rabu, 13 Januari 2021

GENAP BAB 7 SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN

 istem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup Dilengkapi Penjelasannya

Amongguru.com. Organisasi kehidupan makhluk hidup memiliki struktur yang kompleks. Struktur organisasi kehidupan dari tingkatan terkecil ke terbesar terdiri, yaitu: sel – jaringan – organ – sistem organ – organisme.

Materi sistem organisasi kehidupan ini akan menguraikan tingkatan organisasi kehidupan makhluk hidup dari sel sampai organisme.

1. Sel

Sel adalah unit terkecil penyusun makhluk hidup. Makhluk hidup yang hanya memiliki satu sel disebut makhluk hidup uniseluler.Sedangkan makhluk hidup yang tersusun atas banyak sel dinamakan makhluk hidup multiseluler.

Contoh dari makhluk hidup uniseluler adalah bakteri, amoeba, paramecium, euglena, dan ganggang hijau biru.

Berdasarkan ada atau tidaknya membran inti, maka sel dibedakan menjadi dua, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik..

Sel prokariotik adalah sel yang tidak memiliki membran inti, contohnya sel pada hewan bersel satu.


Sedangkan sel eukariotik adalah sel yang sudah memiliki membran inti, yaitu pada makhluk tingkat tinggi.


Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665 (abad ke-19). Sel dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu membran sel, nukleus (inti sel), dan sitoplasma.

Sitoplasma merupakan  plasma yang terdapat di luar inti sel, sedangkan plasma yang berada di dalam inti sel disebut nukleoplasma. Gabungan sitoplasma dan nukleoplasma selanjutnya dinamakan protoplasma.

Protoplasma merupakan cairan kental berisi air, lemak, karbohidrat, garam mineral, dan vitamin. Protoplasma adalah gabungan dari sitoplasma dan nukleoplasma.

a. Membran Sel

Selaput sel atau membran sel merupakan bagian pembungkus sel paling luar. Bagian ini berfungsi untuk melakukan pertukaran zat dalam sel dan melindungi seluruh isi sel (protoplasma).

Membran sel bersifat semipermiabel, karena hanya dapat dilalui oleh zat-zat tertentu yang dapat larut secara disfusi dan osmosis.

b. Inti Sel (Nukleus)

Inti sel adalah organel yang hanya ditemukan pada sel eukariotik. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik, seperti DNA dan RNA.

Fungsi utama inti sel adalah memimpin kegiatan di dalam sel dengan cara mengatur fungsi gen. Di dalam inti sel terdapat anak inti sel atau nukleolus yang berfungsi mengatur kinerja inti sel.

c. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan pengisi ruang antara membran sel dan inti sel. Di dalam sitoplasma, terdapat banyak organel sel, diantaranya sebagai berikut.

  1) Ribosom

      Ribosom adalah partikel berbentuk bulat yang berfungsi sebagai tempat                             pembentukan protein. Bagian ini merupakan organel terkecil di dalam sel.

      Ribosom ada yang melekat sepanjang retikulum endoplasma dan ada pula yang bebas atau soliter.

  2) Retikulum endoplasma

     Retikulum endoplasma merupakan organel yang terdiri atas membran-membran yang tersusun

     paralel.Fungsi retikulum endoplasma selain sebagai tempat melekatnya ribosom, juga untuk

    melakukan sekresi protein dan lemak.

  3) Mitokondria

    Mitokondria mengandung enzim yang dapat melepaskan energi dalam bentuk makanan pada

    proses   respirasi sel. Sehingga mitokondria sering disebut sebagai “power house” atau pabrik energi.

Setiap mitokondria mempunyai  dua lapis membran, yaitu membran dalam dan membran luar. Membran dalam pada mitokondria membentuk lipatan yang disebut krista. Fungsi utama mitokondria adalah sebagai pusat respirasi sel.

4) Badan golgi

Badan golgi atau disebut juga aparatus golgi, berbentuk tumpukan kantong tipis. Organel ini berfungsi untuk ekskresi sel, karena bekerjanya seperti ginjal.

5) Vakuola

Vakuola adalah rongga sel yang beiris cairan. Bagian sel ini sering ditemukan dalam sel tumbuhan daripada dalam sel hewan. Vakuola dibedakan menjadi dua, yaitu vakuola makanan dan vakuola berdenyut.

Baca juga : Perbedaan Pembelahan Sel Secara Mitosis dan Meiosis Dilengkapi Gambarnya.

Vakuola makanan berfungsi sebagai tempat pencernaan makanan, sedangkan vakuola berdenyut berfungsi sebagai alat pengeluaran.

2. Jaringan

Pengertian jaringan adalah kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.

a. Jaringan Pada Hewan

Pada hewan vertebrata, terdapat empat macam jaringan utama, yaitu jaringan epitel, jaringan penyokong, jaringan otot, dan jaringan syaraf.

Jaringan epitel berfungsi melindungi jaringan di bawahnya. Jarinan ini terdiri atas sel-sel berbentuk lembaran-lembaran yang menutupi permukaan luar tubuh.

Contoh Jaringan penyokong pada hewan antara lain jaringan tulang keras, jaringan tulang rawan, jaringan ikat, jaringan darah, dan jaringan lemak.

Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Setiap sel otot terbentuk oleh serabut halus yang dinamakan miofibril. Jaringan otot dibedakan menjadi otot lutrik, otot polos, dan otot jantung.

Ciri otot lurik, yaitu melekat pada rangka, bentuk seperti urik, terdapat banyak inti sel di tepi, bekerjanya secara sadar (diperintah otak).

Ciri otot polos, antara lain berada di organ dalam, kecuali jantung, bentuk gelendong, inti sel satu di tengah, bekerjanya tidak sadar (tidak diperintah otak).

Sedangkan ciri otot jantung : terletak di jantung, berbentuk lurik, inti sel banyak dan ditepi, bekerjanya tidak sadar.

Jaringan saraf tersusun dari sel-sel saraf yang disebut neuron, sebagai penghantar implus atau rangsang dari reseptor (penerima rangsang) ke otak.

Neuron adalah unit struktural dan fungsional dari sebuah sistem syaraf yang terdiri dari dendrit dan akson.

Dendrit berfungsi menerima impuls dan meneruskannya ke badan sel, sedangkan akson bertugas meneruskan impuls dari badan sel ke badan sel lainnya.

b. Jaringan pada tumbuhan 

Jaringan pada tumbuhan terdiri atas jaringan epidermis, jaringan meristem, jaringan parenkim, jaringan penyokong, dan jaringan pengangkut.

Pengertian jaringan epidermis adalah jaringan paling luar pada tumbuhan, berfungsi melidungi jaringan di dalamnya.

Epidermis pada daun akan menjadi stomata, sedangkan epidermis pada ujung akar akan membentuk rambut-rambut akar.

Jaringan parenkim  tersebar hampir di seluruh tubuh tumbuhan. Untuk jaringan parenkim pada daun terdiri atas jaringan tiang (palisade) dan jaringan spons. Jaringan parenkim mengandung klorofil yang berfungsi untuk fotosintesis.

Fungsi jaringan penguat adalah untuk menopang berdirinya tumbuhan. Ada dua jaringan peyokong tumbuhan, yaitu kolenkim (pada tangkai daun) dan sklerenkim (pada batang dan tulang daun).

Baca : Jenis-jenis Jaringan Pada Tumbuhan dan Fungsinya Dilengkapi Gambar

Jaringan pengangkut terdiri atas jaringan floem dan jaringan sylem. Jaringan floem (pembuluh tapis), berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Sedangkan Jaringan xylem (pembuluh kayu), berfungsi mengangkut air dan garam-garam mineral dari akar ke daun.

3. Organ

Pengertian organ adalah sekumpulan jaringan yang memiliki fungsi dan struktur sama.

a. Organ pada Tumbuhan Hewan Vertebrata dan Manusia

Contoh organ yang dimiliki hewan tingkat tinggi dan manusia, antara lain mata, paru-paru, jantung, hati, lambung, ginjal, telinga, dan kulit.

Mata berfungsi sebagai alat untuk melihat. Paru-paru sebagai alat pernapasan. Jantung bertugas untuk memompa darah. Hati berfungsi untuk menetralkan racun.

Ginjal berfungsi sebagai alat pengeluaran (ekskresi). Telinga berfungsi sebagai indra pendengar. Kulit berfungsi sebagai pelindung jaringan di bawahnya dan pengaturan suhu.

b. Organ pada Tubuh Tumbuhan

Organ-organ pokok yang terdapat pada tumbuhan adalah akar, batang, dan daun. Daun tersusun atas jaringan epidermis, jaringan palisade, jaringan spons, dan jaringan pengangkut.

Fungsi daun adalah sebagai tempat fotosintesis dan bernapas. Akar berfungsi sebagai organ penyerap air dan zat hara (mineral), sebagai penegak batang, dan juga organ pernapasan.

Organ penting lainnya dari tumbuhan adalah bunga. merupakan adalah alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

4. Sistem organ

Sistem organ adalah kumpulan organ-organ yang menjalankan fungsi tertentu dan membentuk suatu sistem.

Misalnya, sistem pencernaan dibentuk oleh organ mulut, kerongkongan, lambung, usus haus, usus besar, dan anus.

a. Sistem Organ pada Tubuh Hewan Vertabrata dan Manusia

Contoh sistem organ pada hewan vertebrata dan manusia, antara lain sistem pernapasan, sistem pencernaan, sistem syaraf, sistem pengeluaran, sistem peredaran darah, sistem reproduksi, sistem hormon, sistem rangka, dan sistem otot.

b. Sistem Organ pada Tumbuhan

Contoh sistem organ pada tumbuhan, antara lain sistem transportasi, sistem pernapasan, sistem transpirasi, dan sistem gerak.

Untuk sistem transportasi pada tumbuhan meliputi organ daun, batang, dan akar. Sistem pernafasan tumbuhan mencakup organ daun, batang, dan akar.

Sistem transpirasi tumbuhan pada organ daun melalui stomata, sedangkan sistem gerak pada tumbuhan melibatkan akar, daun, dan batang.

Selain materi sistem organisasi kehidupan makhluk hidup, Anda juga bisa berlatih mengerjakan latihan soal tentang sistem organisasi kehidupan di sini dan kunci jawabannya di sini.

Demikian ulasan mengenai sistem organisasi kehidupan makhluk hidup lengkap dengan gambarnya. Semoga bermanfaat.


TAMBAHAN MATERI:

1.Modul 

https://drive.google.com/drive/my-drive

2.sistem organ

https://www.ruangguru.com/blog/apa-itu-sistem-organ-dan-organisme


Rabu, 07 Oktober 2020

KLASIFIKASI MATERI DAN PERUBAHANNYA

 

1. Klasifikasi Materi 


Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati ruang. Berdasarkan wujudnya, materi ada 3 yaitu : zat padat, cair dan gas. Berdasarkan komposisisnya, materi ada 2 yaitu : zat tunggal dan Campuran. 

Perbedaan zat padat, cair dan gas 

Zat tunggal meliputi unsur dan senyawa, campuran meliputi campuran homogen dan campuran heterogen. Campuran homogen meliputi larutan asam, basa dan garam. Campuran heterogen meliputi suspensi dan koloid. 

2. Perbedaan Sifat Unsur, Senyawa dan Campuran

Unsur adalah zat yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa. Bagian terkecil dari unsur adalah atom. Unsur terdiri atas 1 jenis atom. 

Unsur ada 3 macam yaitu 1). Unsur logam contohnya besi, tembaga, emas, alumunium, perak, tembaga dan sebagainya. 2). Unsur nonlogam contohnya belerang, hidrogen, oksigen dan sebagainya. 3). Unsur semilogam contohnya germanium dan silikon. 

Unsur memiliki lambang tersendiri  agar mudah digunakan dalam penulisan reaksi kimia. Lambang unsur memiliki sistem penulisan sebagai berikut : 

1). Nama unsur diambil dari Bahasa Latin, contoh : nama latinnya besi yaitu Ferum, ditulis dengan huruf F

2). Diambil dari huruf pertama dan ditulis dengan huruf kapital (besar), contoh : Oksigen ditulis dengan O 

3). Apabila huruf pertamanya sama maka ditulis menggunakan 2 huruf, dengan huruf pertamanya kapital dan huruf keduanya kecil. Contoh : Nitrogen ditulis dengan N, Nikel ditulis dengan Ni. 

Sistem Priodik Unsur

Unsur logam dan non logam memiliki perbedaan sifat fisika dan kimia yaitu : 

Senyawa adalah gabungan antara 2 unsur atau lebih dari hasil reaksi kimia. Senyawa juga dapat diuraikan lagi menjadi unsur kimia yang lebih sederhana. Senyawa ada 2 jenis yaitu : senyawa alam dan senyawa buatan. 

Senyawa alam dapat ditemukan di alam sebagai mineral, contohnya : kapur, garam, dan air. Senyawa buatan sengaja dibuat oleh manusia, contohnya : alkohol, gula, vitamin, dan sebagainya.  

Contoh senyawa sederhana dan unsur pernyusunnya 

Campuran adalah zat yang tersusun dari 2 atau lebih unsur dan senyawa, yang mana sifat dari unsur dan senyawa nya tidak hilang. Bedanya campuran dengan senyawa yaitu senyawa merupakan hasil dari reaksi kimia, sedangkan campuran bukan hasil dari reaksi kimia. 

Ada 2 jenis campuran, yaitu : 

1). Campuran Homogen adalah campuran yang komposisi zat penyusunnya merata. Contohnya air dengan garam, air dengan gula, dan sebagainya. Campuran homogen disebut juga dengan larutan. Larutan asam, basa dan garam juga merupakan campuran homogen. 

2). Campuran Heterogen adalah campuran yang komposisi zat penyusunnya tidak merata. Contohnya air dengan kopi, bensin dengan minyak tanah, dan sebagainya. 


3. Perbedaan Larutan Asam, Basa, dan Garam

Larutan adalah campuran yang tidak dapat dibedakan zat penyusunnya. Larutan terdiri atas pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pelarut yang sering digunakan yaitu air, alkohol dan kloroform. 

Asam adalah zat yang dapat menghasilkan ion Hidrogen () ketika dilarutkan dalam air. Basa adalah zat yang dapat menghasilkan ion Hidroksida () ketika dilarutkan dalam air. Garam adalah senyawa yang terdiri dari campuran larutan asam dengan basa, contohnya Natrium Hidroksida (NaOH). 

Ciri – ciri larutan asam : 

1). Rasanya masam (Tidak boleh dicicipi kecuali dalam makanan)
2). Dapat menimbulkan korosi 
3). Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah. 

Pengujian larutan asam dapat menggunakan cara yaitu : kertas lakmus merah, kertas lakmus biru, metil merah, metil jingga, dan mahkota bunga jika salah satu dari mereka dicelupkan kedalam larutan asam, makan akan berubah warna menjadi merah. Apabila diukur menggunakan pH meter akan menunjukkan pH dibawah 7. 

Ciri – ciri larutan basa : 

1). Mempunyai rasa agak pahit (tidak boleh dicicipi)
2). Terasa licin di kulit 
3). Mengubah lakmus merah menjadi biru. 

Pengujian larutan basa dapat menggunakan cara : 

  1. Kertas lakmus merah dan lakmus biru dicelupkan pada larutan basa akan berubah warna menjadi biru 
  2. Metil merah dan metil jingga direaksikan dengan larutan basa akan berwarna kuning
  3. Fenoftalein direaksikan dengan larutan basa akan berwarna merah
  4. Mahkota bunga direaksikan dengan larutan basa akan berwarna biru 

Garam adalah gabungan antara asam dan basa hasil dari reaksi netralisasi. Garam yang sering digunakan adalah garam dapur atau natrium klorida (NaCl). Contoh reaksi netralisasi yaitu : 

HCl + NaOH NaCl + O

Asam klorida + natrium hidroksida menjadi garam natrium klorida + air 

Larutan asam, basa, dan garam juga dapat dibedakan dengan derajat keasaman (pH). Jika larutan bersifat asam maka mempunyai pH <7, jika bersifat garam atau netral maka pH nya adalah 7, dan jika bersifat basa maka mempunyai pH >7. 

SUMBER:https://wirahadie.com/materi-ipa-kelas-7-klasifikasi/

LATIHAN:

1.Jelaskan campuran homogen dan heterogen!

2.contohkan campuran homogen dan campuran heterogen

3.jelaskan ciri-ciri:

  a. ASAM

  b. BASA

  c. GARAM


Rabu, 02 September 2020

Mengelompokkan Makhluk Hidup Berdasarkan Sistem Klasifikasi.

 

  • Mengelompokkan Makhluk Hidup Berdasarkan Sistem Klasifikasi.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runut sesuai dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi atau sistematik.

Prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu taksonomi adalah dengan membentuk takson. Takson adalah kelompok makhluk hidup yang anggotanya memiliki banyak persamaan ciri. Takson dibentuk dengan jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati.

Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC) mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan dan kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut kingdom.

Perkembangan Klasifikasi

1. Sistem Klasifikasi Pra-Linnaeus

Sistem klasifikasi ini dilakukan dengan melihat kesamaan bentuk luar dari tubuh makhluk hidup (morfologi). Makhluk hidup pada masa ini dibedakan menjadi dua kelompok seperti konsep Aristoteles yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan. Hewan-hewan yang memiliki bentuk tubuh yang sama dikelompokkan menjadi satu kelompok tersendiri. Selain itu hewan juga dikelompokkan berdasarkan kegunaannya masing-masing. Pengelompokan hewan didasarkan pada ciri-ciri lalu ditentukan macamnya dan diberikan nama sesuai dengan isyarat yang dimiliki. Proses-proses ini dilakukan tanpa kesadaran dan berlangsung dalam waktu yang sangat cepat. Pada masa pra-Linnaeus juga belum ada publikasi tentang klasifikasi hewan.

2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

  • Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
  • Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia C. Linnaeus tahun 1735. Kelemahannya adalah penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini. Kelebihan sistem ini pada saat itu adalah mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter fisiknya yaitu tumbuhan dan hewan dan juga kedua kingdom ini merupakan kunci atau pengarah utama menuju model-model kingdom lainnya.

3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

  • Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
  • Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
  • Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana)

Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke dalam dua kerajaan: yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa, sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta. Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam filum dan divisi, seperti alga yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur lendir yang mirip amuba. Karena dasar inilah, Ernst Haeckel pada tahun 1866 menyarankan adanya kerajaan ketiga, yaitu Protista untuk menampung makhluk hidup yang tidak memiliki ciri klasifikasi yang jelas. Kerajaan ketiga in baru populer belakangan ini (kadang dengan sebutan Protoctista). Protista adalah organisme yang memiliki sifat-sifat tumbuhan dan hewan sekaligus.

Kelemahan sistem ini yaitu bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna. Kelebihan sistem ini adalah organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan berbeda dari animalia atau plantae, penyebabnya karena secara fisiologis, morfologisnya, dan anatomi, kingdom protista memiliki perbedaan dari kedua kingdom lainnya.

4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

  • Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
  • Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
  • Kingdom Protista
  • Kingdom Monera·Kingdom Fungi (Dunia Jamur)

Ada dua tokoh yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi sistem 4 kingdom yaitu Copeland dan Whittaker. Hanya saja dasar yang digunakan oleh keduanya berbedasehingga dihasilkan klasifikasi makhluk hidup yang berbeda pula. Copeland membagi menjadi empat Kingdom yaitu Monera, Protoctista, Metaphyta dan Metazoa. Monera adalah organisme yang belum memiliki membran inti dan membran organel sel atau bersifat prokariotik.

Berbeda dengan Protista/Protoctista yang bersifat Eukariotik. Metaphyta adalah tumbuhan yang mengalami masa perkembangan embrio, begitu juga Metazoa adalah kelompok hewan yang mengalami masa perkembangan embrio dalam siklus hidupnya. Sedangkan Whittakers membagi hewan menjadi beberapa kingdom: Animalia, Plantae, Fungi dan Protista.

Fungi dijadikan kingdom tersendiri karena fungi memiliki perbedaan dari tumbuhan. Fungi bukan organisme autotrof layaknya tumbuhan melainkan organisme yang heterotrof yaitu tidak dapat mensintesis makanannya sendiri. Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang binatang lakukan, atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan mereka dan kemudian menyerapnya (absorbsi)ke dalam sel.

5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Robert H. Whittaker tahun 1969 dengan mencirikan masing-masing kingdom sebagai berikut :

  • Monera : Prokariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
  • Protista : Eukariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
  • Fungi : Eukariot, Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler
  • Plantae : Eukariot, Autotrof, Multiseluler
  • Animalia : Eukariot, Heterotrof, Multiseluler

Kelebihan sistem ini adalah jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan, atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan mereka dan kemudian menyerapnya ke dalam sel. Begitu juga perbedaannya dengan monera jelas terlihat bahwa kingdom fungi merupakan jenis organisme eukariot bukan prokariot. Dengan kata lain kingdom ini melengkapi sistem klasifikasi kingdom sebelumny. Namun masih terdapat kelemahan dalam klasifikasi ini, yaitu belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.

6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

  • Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
  • Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
  • Kingdom Protista
  • Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
  • Kingdom Eubacteria
  • Kingdom Archaebacteria

Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese 1977. Pengklasifikasian ini berawal dari ditemukannya golongan monera archaebacteria di samudera dalam yang memiliki perbedaan dengan kingdom monera lainnya (eubacteria). Analisis archaebacteria menunjukkan bahwa kelompok ini lebih menyerupai  eukariota dibanding saudaranya (prokariotik). Hal ini adalah salah satu alasan menagapa kingdom monera menjadi kingdom archaebacteria dan eubacteria. Namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra, karena kingdom monera merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan eubacteria sehingga menurut mereka tidak perlu di bagi lagi. Kelebihannya adalah mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga memberikan informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera.

7. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom

  • Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
  • Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
  • Kingdom Protista (Protozoa)
  • Kingdom Chromista
  • Kingdom Eumycota
  • Kingdom Eubacteria
  • Kingdom Archaebacteria

Sistem ini diperkenalkan oleh ahli Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini dikembangkan dari sistem kingdom sebelumnya dan secara garis besar digolongkan dalam dua kelas utama prokariot dan eukariot (2 Empires, Chatton 1937) dari kedua golongan besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae, Protozoa (protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup Eubacteria dan Archaebacteria.

Disini terdapat kingdom baru yaitu Chromista yang anggotanya merupakan bagian dari kingdom fungi dan protista yaitu Oomycota, Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta. Golongan ini berbeda dari kingdom asalnya karena mereka meiliki klorofil a dan c, tidak menyimpan makanan sebagai kanji melainkan sebagai minyak dan umumnya menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan. Karena sebagian kingdom mycota sudah digolongkan ke dalam kingdom chromista maka kingdom ini berubah menjadi kingdom eumycota. Kingdom protista lebih akrab dikenal sebagai kingdom protozoa.Klasifikasi system ini lebih sempurna dari kingdom sebelumnya.

sumber:http://staff.unila.ac.id/janter/2012/10/03/klasifikasi_makhluk_hidup/#:~:text=Klasifikasi%20adalah%20pengelompokan%20aneka%20jenis%20hewan%20atau%20tumbuhan%20ke%20dalam%20kelompok%20tertentu.&text=Prinsip%20dan%20cara%20mengelompokkan%20makhluk,anggotanya%20memiliki%20banyak%20persamaan%20ciri.

LATIHAN:

1. JELASKAN SISTEM KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP !

2. SEBUTKAN KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP 5 KINGDOM!

3.CONTOHKAN YG TERMASUK:

   A.MONERA

   B.PLANTAE

Rabu, 26 Agustus 2020

MEMBEDAKAN MAKHLUK HIDUP DAN TAK HIDUP

 

Di zaman yang sudah serba canggih ini, dimana peran manusia di beberapa aktifitas mulai tergantikan oleh robot-robot. Jenis dan bentuk robot ini sangat beragam, bahkan ada yang menyerupai manusia. Tidak hanya menyerupai bentuk atau wajah, kemampuannya pun juga tidak kalah dengan manusia.

Lihat saja informasi tentang robot-robot yang diperkenalkan untuk meramaikan acara Olimpiade 2020 di Jepang. Ada yang berbentuk robot humanoid sampai ada yang bisa memberikan ekspresi kepada orang yang sedang ada di dekatnya, bahkan merespon mereka dengan memberi salam, seperti si maskot robot yang bernama Miraitowa dan Someity.

Miraitowa dan Someity

Lantas, apakah dengan kemampuan para robot itu yang menyerupai fisik dan tingkah laku manusia, membuat mereka tergolong ke dalam makhluk hidup? Untuk bisa memastikannya, kita perlu tahu dulu ciri-ciri yang membuat suatu benda atau makhluk, bisa disebut makhluk hidup.Manusia, hewan, dan tumbuhan tergolong ke dalam makhluk hidup. Kenapa begitu, karena mereka mempunyai kesamaan, antara lain:1. BergerakSetiap makhluk hidup dapat bergerak, artinya mereka dapat berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Manusia dan hewan umumnya bergerak dengan bantuan kaki yang dimilikinya. Lalu, bagaimana dengan tumbuhan? Bergeraknya tumbuhan tidak seperti manusia dan hewan. Mereka umumnya bergerak karena dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Misalnya, tanaman-tanaman yang tumbuh di hutan yang lebat hingga sinar matahari hanya bisa menyinari sebagian area saja. Batang tanaman-tanaman tersebut akan menjulur ke arah area yang terkena sinar matahari.

Tumbuhan bergerak ke arah datangnya sinar matahari

2. Membutuhkan makanan

Setiap makhluk hidup juga membutuhkan makanan. Tujuan makhluk hidup mengonsumsi makanan adalah agar mereka memperoleh energi. Energi yang diperoleh tadi mereka gunakan untuk beraktifitas, salah satunya yaitu untuk bergerak tadi.

3. Membuang zat-zat sisa

Makanan yang dimakan oleh makhluk hidup, selanjutnya akan dicerna untuk mendapatkan sari-sari makanan yang diperlukan oleh tubuh. Sisa-sisa hasil pencernaan makanan tadi tidak diperlukan oleh tubuh, sehinga perlu dibuang. Pada manusia dan hewan, zat sisa dikeluarkan dalam bentuk feses, air seni, maupun keringat. Pada tumbuhan, zat sisa dapat berupa uap air, oksigen, atau getah.

4.    Bernapas

Bernapas artinya mengambil zat oksigen (O2) yang nantinya diperlukan untuk makhluk hidup. Bagi manusia dan hewan, oksigen diperlukan untuk kerja otaknya dan membantu dalam sistem peredaran darah. Bagi tumbuhan, oksigen diperlukan dalam aktifitas metabolismenya.

5. Tumbuh dan berkembang

Pada tanaman yang berbuah, pertumbuhan dan perkembangannya akan menghasilkan buah yang dapat dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk memperoleh energi.

6. Berkembang biak

Berkembang biak adalah cara agar makhluk hidup dapat mempertahankan eksistensinya di muka bumi ini. Saat ini tidak sedikit spesies hewan dan tumbuhan yang sudah terancam punah. Salah satu penyebabnya adalah mereka suka dieksploitasi secara besar-besaran. Artinya, mereka sering diburu tanpa memerhatikan sisa jumlah populasinya saat ini. Ditambah lagi, proses perkembangbiakannya butuh waktu cukup lama, sehingga untuk menambah populasi butuh waktu yang panjang.

7. Peka terhadap rangsangan

Peka terhadap rangsangan artinya saat kita menerima rangsangan, maka ada reaksi yang timbul terhadap rangsangan tersebut. Misal, saat tangan dicubit, reaksi kita adalah menarik tangan dan berteriak ‘Aww!’. Contoh reaksi terhadap rangsangan pada tumbuhan misalnya daun-daun pada tumbuhan putri malu menguncup saat disentuh.

Tumbuhan putri malu

8. Menyesuaikan diri terhadap lingkungan (beradaptasi)

Seperti yang pernah dibahas pada artikel sebelumnya, bahwa makhluk hidup perlu dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungannya agar mereka bisa bertahan hidup. Kalau mereka tidak bisa bertahan hidup, maka mereka akan mati, dan lambat laun bisa jadi terancam punah juga.Nah, kembali ke cerita awal tadi, maka dari sekian persyaratan sehingga sesuatu bisa disebut makhluk hidup, jika ada satu saja syarat yang tidak terpenuhi, kita tidak menggolongkannya ke dalam makhluk hidup, atau kita akan menyebutnya benda tak hidup.Sekarang mari kita periksa, apakah robot termasuk makhluk hidup atau benda tak hidup. Robot-robot canggih yang ada saat ini dapat melakukan beberapa ciri-ciri makhluk hidup, seperti bergerak, peka terhadap rangsangan, menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Namun selain dari itu, robot tidak membutuhkan makanan, tidak bernapas, bahkan tidak tumbuh dan berkembang, apalagi berkembang biak. Jadi, pastilah robot tidak dikategorikan sebagai makhluk hidup, atau kita sebut sebagai benda tak hidup.Jika kalian pernah menonton film Bicentennial Man, i-Robot, Robocop, atau Terminator, dimana robot bisa berinteraksi, berekspresi, merespon lawan bicaranya, sampai memiliki jantung dan otak seperti manusia, bahkan menikah, perlu diingat bahwa itu semua hanya karya fiksi belaka. Dan sekali lagi, mereka adalah robot, dan robot termasuk benda tak hidup.Jadi, lain kali kalau kalian menemukan sesuatu, dan ragu sesuatu tersebut termasuk makhluk hidup atau bukan, tinggal kalian periksa apakah memenuhi kedelapan syarat sebagai makhluk hidup atau tidak ^_^( https://sainspedia.xyz/post/view/cara-membedakan-makhluk-hidup-dengan-benda-tak-hidup)

LATIHAN:

1. Jelaskan cara membedakan antara makhluk hidup dan tak hidup!

2. contohkan: makhluk hidup! 5 saja!

3.Contohkan yang termasuk makhluk tak hidup! 4 saja!

Rabu, 05 Agustus 2020

BAB 2 KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP (A.CIRI-CIRI BENDA DI LINGKUNGAN SEKITAR)

Bab 2 Klasifikasi Makhluk Hidup

Kompetensi Dasar :
3.2. Mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati.
4.2. Menyajikan hasil pengklasifikasian makhluk hidup dan benda di lingkungan sekitar berdasarkan karakteristik yang diamati.
A. CIRI-CIRI BENDA DI LINGKUNGAN SEKITAR
Di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali benda. Mobil, motor, sepeda,sepatu, pensil, udara, papan tulis merupakan bentuk benda. Setiap jenis bendamempunyai sifat atau ciri yang membedakannya dari jenis benda lain. Makhluk hidup dan benda tak hidup atau benda mati dibedakan dengan adanya ciri-ciri kehidupan. Makhluk hidup menunjukkan adanya ciri-ciri kehidupan seperti bergerak, bernapas, tumbuh dan berkembang, memerlukan nutrisi, reproduksi Benda mati tidak memiliki ciri-ciri tersebut.


Sebelum masuk ke materi karakteristik makhluk hidup, ada pertanyaan untuk kamu, nih. Pertanyaan ini untuk menguji seberapa pekanya kamu terhadap lingkungan sekitar kamu. Oke, pertanyaannya, kamu percaya nggak kalau tanah itu bisa meluas dengan sendirinya? 

Misalnya, di rumah kamu ada lahan ukuran 1 meter dikali 2 meter untuk menanam tumbuh-tumbuhan. Nah, kalau didiemin selama beberapa tahun, percaya nggak kalau tanah itu bisa melebar dan meluas dengan sendirinya? Percaya nggaaak? Enggak? Serius nggak percaya? Yaudah, sebelum membaca penjelasannya, kamu kunci dulu jawabannya buat kamu tulis di kolom komentar ya, biar kita tau jawaban kamu apa, hihihi.

Oke, sekarang kita masuk ke materi. Apa benar tanah bisa berkembang dan meluas dengan sendirinya? TIDAK. Karena tanah bukanlah makhluk hidup. 

Nah, dalam materi IPA atau lebih spesifiknya biologi, terdapat 2 jenis komponen. Yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Tanah, adalah contoh dari komponen abiotik. Apa sih komponen abiotik itu? Komponen abiotik adalah komponen yang menyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda yang tak hidup. 

Komponen abiotik ini menjadi medium atau substrat yang menunjang kehidupan organisme. Kok bisa menunjang? Lho iya, karena komponen abiotik ini memiliki kandungan-kandungan yang dibutuhkan oleh organisme, salah satunya kandungan kimia. Atau bisa dikatakan bahwa komponen abiotik ini menunjang keberlangsungan hidup dari komponen biotik.

Apa itu komponen biotik? Komponen biotik adalah semua jenis makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem. Nah, komponen biotik ini terbagi lagi menjadi 3 golongan. Pertama itu golongan produsen, yaitu seluruh organisme yang mampu membuat makanannya sendiri.

Kedua, golongan konsumen, yaitu golongan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Nah, yang ketiga adalah golongan pengurai. Wih, apatuh pengurai? Nah, ini bisa jadi jawaban buat kalian yang suka bingung kenapa bangkai hewan atau sisa-sisa tumbuhan bisa hilang, hilang, bener-bener hilang dalam beberapa waktu.

Jadi, hilangnya bangkai itu adalah ulahnya si pengurai ini. Gimana caranya? Mereka melakukannya dengan cara melakukan dekomposisi sisa-sisa organisem yang telah mati atau disebut detritus. Nah, karena mereka memakan detritus, pengurai ini disebut juga sebagai detritivora. 

Karena mereka merombak sisa produk organisme-organisme yang mati dengan enzim pencernaan yang dimilikinya, akhirnya mereka dapat memperoleh makanan. 

Wah wah wah, kalau aja tanah beneran bisa meluas dengan sendirinya, pasti bahagia banget tuh. Gimana nggak bahagia, tanah itu kan punya manfaat banyak bagi kehidupan mahkluk hidup. Mau bikin rumah aja kita butuh punya tanah, mau nanam pohon juga butuh tanah, banyak deh gunanya.

Ngomong-ngomong soal makhluk hidup, di sini kita juga akan menjelaskan tentang karakteristik makhluk hidup. Dengan kamu mengetahui karakteristik juga ciri-ciri makhluk hidup, kamu jadi bisa menentukan seperti apa sih persamaan dan perbedaan makhluk hidup dan benda mati itu. Mau tau? Yuk, simak penjelasaannya.

Setiap makhluk hidup pasti bergerak. Manusia dapat berjalan dan berlari, begitu pula dengan hewan. Tanaman sendiri memiliki pergerakan khusus yang mengikuti cahaya matahari. Tipe pergerakan itu disebut fototropisme.

Bernapas adalah cara makhluk hidup untuk mendapatkan energi dari pemecahan makanan. Bernapas akan memasok oksigen ke dalam tubuh makhluk hidup. Oksigen tersebut penting untuk metabolisme tubuh karena dapat menghasilkan energi bagi tubuh. Nah, manusia dan hewan darat bernapas dengan paru-paru. Ikan bernapas dengan insang, sedangkan tanaman bernapas dengan mulut daun (stomata).


Semua makhluk hidup membutuhkan makan sebagai sumber energi. Ada 2 macam cara mendapatkan makanan bagi makhluk hidup, yaitu autotrof dan heterotrof. Cara makan autotrof berarti dapat menghasilkan makanan sendiri. Contohnya, seperti tanaman yang mendapatkan makanan dari fotosintesis. Sementara itu, heterotrof berarti tidak dapat menghasilkan makanan sendiri, seperti manusia dan hewan.

Semua makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya, seperti yang kamu alami saat ini. Tinggi badan kamu sekarang tidak seperti pada saat masih SD 'kan? Pertumbuhan pada makhluk hidup dapat ditandai dengan tinggi, berat, dan volume. Namun, pertumbuhan berbeda dengan perkembangan. Perkembangan adalah fase makhluk hidup menjadi dewasa, contohnya seperti pubertas.

karakteristik-makhluk-hidup

 Pertumbuhan anak. (Sumber: inside.akronchildrens.org)

Pubertas pada manusia menandakan bahwa telah terjadi kematangan secara seksual. Itu juga terjadi pada makhluk hidup lainnya. Makhluk hidup akan terus berkembang biak atau bereproduksi untuk menghasilkan keturunan. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan jenis dari makhluk hidup tersebut agar tidak punah.

Ini merupakan ciri-ciri makhluk hidup yang mengandalkan pada indera-indera yang ada pada tubuhnya. Misalnya, kulit kita pasti peka terhadap sentuhan, dingin, panas, dan sebagainya. Tanaman juga dapat bereaksi ketika mendapatkan rangsangan. Contohnya adalah tanaman Mimosa Pudica atau putri malu. Daun-daunnya akan segera menutup apabila kita menyentuhnya.

Metabolisme merupakan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Fungsi dari metabolisme adalah untuk mendapatkan energi atau mengeluarkan racun dari tubuh. Contoh dari proses metabolisme pada tubuh manusia adalah ekskresi. Hasil ekskresi dapat berupa keringat dan urin.

Penulis Arum Sutrisni Putri | Editor Arum Sutrisni Putri KOMPAS.com - Ciri-ciri dari benda-benda di lingkungan sekitar adalah sifat atau ciri yang membedakan setiap jenis benda dari jenis benda lain. Ciri-ciri benda Mengutip Kemdikbud RI, di lingkungan sekitar terdapat banyak sekali benda. Contoh: rumah, mobil, motor, sepeda, buku, sepatu, pensil, papan tulis, udara dan lain-lain. Setiap jenis benda tersebut mempunyai sifat atau ciri yang membedakan dari jenis benda lain. Benda-benda di alam semesta sangat bervariasi dan berbeda-beda. Benda-benda di sekitar dapat dikenal karena mempunyai ciri-ciri. Ciri-ciri benda adalah: Bentuk benda berbeda-beda; Ukuran benda berbeda-beda; Warna benda berbeda-beda; Keadaan permukaan benda berbeda-beda; Bahan penyusun benda berbeda-beda. Baca juga: Ciri-ciri Khusus Kelelawar Penjelasan Mempelajari ciri-ciri dari benda-benda di lingkungan sekitar kita sangat penting. Karena untuk mengetahui dan menjelaskan klasifikasi benda dan klasifikasi makhluk hidup. Segala sesuatu di sekitar kita terdiri atas benda-benda. Contoh udara yang kita hirup saat bernafas, air yang biasa kita minum, atau uang logam yang digunakan saat jajan. Benda-benda tersebut tersusun dari zat-zat. Contoh air (H2O) adalah zat cair yang tersusun atas 2 atom hidrogem (H) dan 1 atom oksigen (O). Udara adalah gas oksigen. Uang logam adalah zat padat dari campuran tembaga dan perunggu. Secara garis besar, benda-benda di alam semesta ini terdiri atas makhluk hidup dan benda tak hidup yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Contoh makhluk hidup adalah manusia, hewan dan tumbuhan. Contoh benda tak hidup adalah robot, meja, sepatu. Baca juga: Ciri-ciri Khusus Cicak Mempelajari karakteristik makhluk hidup dan benda-benda tak hidup yang ada di lingkungan sekitar sangat penting. Apa pentingnya? Yaitu bermanfaat untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup dan klasifikasi benda. Contoh meja belajar yang terbuat dari kayu berbeda dari tumbuhan. Tumbuhan berbeda dengan hewan seperti kucing dan anjing. Alam semesta termasuk bumi mengandung air, udara, hutan, batuan dan berbagai macam mineral. Maka kita harus mempelajari karakteristik (ciri-ciri) benda-benda di sekitar. Kemudian mengklasifikasikannya berdasarkan sifat-sifat atau ciri-ciri dari benda-benda tersebut.

LATIHAN:

1Jelaskan ciri-ciri benda di lingkungan sekitar!

2.jelaskan :

   a.komponen biotik

   b.komponen abiotik

3.Jelaskan ciri-ciri makhluk hidup! (5 saja)